Sistem Komputer - ABRAR ARKAN ATAYA

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Kalkulator

Kalkulator Volume

Kalkulator Volume

Hasil:

Volume akan ditampilkan di sini

AKU TERBANG>

cursor

SpongeBob SquarePants

Senin, 21 Agustus 2023

Sistem Komputer

 A. Sistem Komputer

Komputer adalah sebuah sistem digital, di mana perintah dan pesan disampaikan dengan menggunakan kode-kode digital. Bahkan untuk berkomunikasi dengan perangkat lain seperti menceta, dengan perinter, mengirim data melalui jaringan internet, dan menampilkan gambar ke layar, sistem komputer juga menggunakan kode-kode digital. Oleh karena itu, agar sistem komputer dapat berkerja dengan baik dan efisien, dikembangkan sistem pengkodean, Ada berbagai sistem pengkodean yang digunakan dalam sebuah sistem komputer, sistem pengkodean tersebut juga menggunakan beberapa sistem bilangan seperti, bilangan heksadesimal, biner, desimal, dan oktal. Jika ingin memahami bagaimana sebuah sistem komputer bekerja, kamu perlu memahami bagaimana sistem pengkodean tersebut digunakan. Mari pelajari secara saksama, bagaimana sistem pengkodean digunakan dalam sebuah sistem komputer.


B. Sistem Bilangan

1. Sistem Bilangan Desimal

Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan yang menggunakan simbol angka 0 sampai 9. Kamu sudah sering menggunakana sistem ini dalam kehidupan sehari-hari. Sistem bilangan ini dapat bekerja dengan baik untuk kehidupan manusia. Namun, ketika digunakan dalam sistem komputer, sistem bilangan desimal tidak dapat bekerja dengan baik. Oleh karenanya, dikembangkan sistem bilangan yang lain, seperti sistem bilangan biner, heksadesimal, dan oktal. Sistem bilangan ini digunakan dalam berbagal pengkodean di sistem komputer

Sistem bilangan desimal merupakan sistem bilangan yang kita gunakan sehari-hari dan digunakan dalam perhitungan aritmetika. Sistem desimal dikenal juga dengan sistem bilangan berbasis 10, dengan masing-masing angka (digit) dapat memiliki 10 nilai yang berbeda, yaitu nilai O sampai 9. Sebagai sistem bilangan yang berbasis 10, setiap angka mewakili bilangan pangkat 10. Dengan kata lain, angka pertama mewakili bilangan 100, angka kedua mewakili 101, angka ketiga mewakili 10? dan seterusnya. Jadi jika kita memiliki bilangan yang terdiri dari 6 angka 387.502

2 x 10⁰ = 2 x 1 = 2

0 x 10¹ = 0 x 10 = 0

5 x 10² = 5 x 100 = 500

7 x 10³ = 7 x 1.000 = 7.000

8 x 10⁴ = 8 x 10.000 = 80.000

3 x 10⁵ = 3 x 100.000 = 300.000

Jika dijumlahkan akan menjadi 2 + 0 + 500 + 7.000 + 80.000 + 300.000 = 387.502.

Sistem bilangan desimal tidak digunakan dalam sebuah sistem komputer. Namun, kamu perlu paham sistem bilangan ini agar dapat memahami berbagai sistem bilangan lain (bilangan biner, heksadesimal, dan oktal) dengan mudah.


2. Sistem Bilangan Biner

Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan yang digunakan dalam sebuah sistem komputer untuk berkomunikasi. Sistem bilangan ini hanya terdiri atas bilangan 0 dan 1. Sistem bilangan biner dikenal juga dengan sistem bilangan berbasis 2, dengan masing-masing angka dapat memiliki 2 nilai yang berbeda, yaitu nilai 0 dan 1. Pada sistem bilangan berbasis 2, setiap angka mewakili pangkat 2. Angka pertama mewakili 2º, angkat kedua mewakili 2¹ angka ketiga mewakili 22, dan seterusnya. Sebagai contoh, jika kita memiliki bilangan 110101, maka bilangan ini dapat dikonversi ke bilang berbasis 10 dengan cara sebagai berikut.


0 x 2⁰ = 1 x 1 = 1


0 x 2¹ = 0 x 2 = 0


1 x 2² = 1 x 4 = 4


0 x 2³ = 0 x 8 = 0


1 x 2⁴ = 1 x 16 = 16


1 x 2⁵ = 1 x 32 = 32


Jika dijumlah, akan menjadi 1 + 0 + 4 + 0 + 16 + 32 = 53. Jadi bilangan 110101² (dibaca basis dua) mempunyai nilai yang sama dengan bilangan 53¹⁰ (dibaca basis sepuluh).


3. Sistem Bilangan Heksadesimal

Sistem bilangan heksdesimal digunakan pada beberapa bagian di sistem komputer, seperti pada sistem pengalamatan memori 16 bit atau lebih dan sistem pengkodean warna-warna yang telah menggunakan sistem 16 bit atau lebih. Sistem bilangan heksadesimal dikenal juga dengan sistem bilangan berbasis 16. dengan masing-masing angka (digit) dapat memiliki 16 nilai yang berbeda, yaitu nilai 0 sampai 9 ditambah A, B, C, D, E, dan F. Dalam sistem bilangan heksadesimal, nilai 10, 11, 12, 13, 14, dan 15 digantikan dengan nilai A, B, C, D, E, dan F

Sebagai sistem bilangan yang berbasis 16, setiap angka pangkat 16. Dengan kata lain, angka pertama mewakili 16°, angka kedua mewakili 16, angka ketiga mewakili 16, dan seterusnya. Jadi jika kita memiliki bilangan 43A6F, maka bilangan ini dapat dikonversi menjadi bilangan desimal dengan cara berikut.


F x 16° = 15 x 1 = 15

(Catatan: F¹⁶ = 15¹⁰)


6 x 16¹ = 6 x 16 = 96


A x 16² = 10 x 256 = 2.560


3 x 16³ = 3 x 4.096 = 12.288


4 x 16⁴ = 4 x 65.536 = 262.144


Jika dijumlah, akan menjadi 15 + 96 + 2.560 + 12.288 + = 277.103. Jadi bilangan 43A6F¹⁶ sama dengan bilangan 277.103¹⁰.


4. Sistem Bilangan Oktal

Sistem bilangan oktal dikenal juga dengan sistem bilangan berbasis 8. jadi masing-masing posisi (digit) memiliki kemungkinan 8 nilai yang berbeda, yaitu nilai 0 sampai 7. Sistem bilangan oktal digunakan secara luas di berbagai sistem komputer seperti UNIVAC, PDP-8, ICL 1900 dan mainframe IBM yang menggunakan sistem 6-bit, 12-bit, 24-bit dan 36-bit. Sistem komputer tersebut menggunakan sistem bilangan oktal karena sistem bilangan oktal merupakan sistem bilangan yang ideal untuk menyingkat sistem bilangan biner. Sistem bilangan oktal dapat digunakan untuk mewakili bilangan biner ketika bilangan biner dikelompokkan dalam kelompok tiga digit (angka). Sebagai sistem bilangan yang berbasis 8, maka setiap angka mewakili bilangan pangkat 8. Jadi, jika kita memiliki bilangan 175.432 bilangan ini dapat dikonversi menjadi bilangan desimal sebagai berikut:

2 x 8⁰ = 2 x 1 = 2


3 x 8¹ = 3 x 8 = 24


4 x 8² = 4 x 64 = 256


5 x 8³ = 5 x 512 = 2.560


7 x 8⁴ = 7 x 4.096 = 28.672


1 x 8⁵ = 1 x 32.768 = 32.768

Jika dijumlah, akan menjadi 2 + 24 +256 + 2.560 + 28.672 32.768 = 64.282. Jadi, bilangan 175.432⁸ mempunyai nilai yang ama dengan bilangan 64.282¹⁰.


C. Sistem Pengkodean

1. Sistem Pengiriman Pesan dan Perintah

Komputer bekerja dengan cara memproses perintah dalam bentuk bit (binary digit). Seperti yang telah dijelaskan di subbab sebelumnya, bit hanya dapat mempunyai dua kemungkinan nilai, yaitu 0 dan 1. Kedua nilai tersebut mewakili keadaan ada atau tidaknya arus listrik (ON/OFF) di dalam sebuah rangkaian listrik.

Bit-bit yang ada disimpan di memori menggunakan kapasitor- apasitor yang berfungsi untuk menentukan ada atau tidaknya arus trik. Arus listrik menentukan muatan dari setiap bit yang akan enentukan nilai bit (0 atau 1).

Setiap bit dalam sebuah byte akan diberi nilai yang akan menentukan nilai di satu byte memori. Sebagai contoh, sebuah byte menyimpan sebuah pesan, yaitu huruf kapital "A". Mengacu kepada standar ASCII kode untuk huruf A adalah 65 Jika ASCII kode tersebut dikonversi ke dalam bilangan biner, maka akan menjadi 01000001.


2. Sistem Pengalamatan Memori

Memori komputer dapat diibaratkan sebagai ruang penyimpanan, yang digunakan untuk menyimpan data-data. Setiap ruangan mempunyai kemampuan untuk menyimpan data sebesar 1 byte. Satu byte terdiri atas delapan bit dengan setiap bit dapat memiliki nilai 0 atau 1. Setiap byte memori dapat menyimpan sebuah karakter. Jika komputer harus menyimpan data yang mempunyai tipe data yang besar, maka data tersebut akan ditempatkan di beberapa byte di memori.


3. Sistem Pengkodean Teks Komputer

 selalu bekerja menggunakan sistem binari, dengan perintah dan data dikodekan dalam bentuk biner 0 dan 1. Semua perintah dan data merupakan kombinasi dari angka 0 dan 1 Untuk data-data yang berupa teks, komputer menggunakan sistem ASCII. Sistem pengkodean ASCII merupakan sistem pengkodean standar yang digunakan untuk mewakili karakter- karakter pada perangkat elekronik.

ASCII merupakan singkatan dari "American Standard Code for Information Interchange". ASCII adalah sistem pengkodean 7-bit yang artinya ada sistem pengkodean ini dapat mengkodekan 128 karakter. ASCII terdiri dari 33 karakter yang tidak dapat dicetak (non-printable) dan 95 karakter yang dapat dicetak termasuk huruf-huruf, tanda baca, angka, dan karakter kontrol.


4. Sistem Pengkodean Warna 

Komputer menggunakan sistem pewarnaan RGB atau red, green, blue. Ketiga warna ini disebut dengan warna dasar. Artinya, semua warna dapat diperoleh dengan mengombinasi ketiga warna tersebut dengan komposisi yang tepat. Oleh karena itu, banyak program komputer menggunakan sistem RGB untuk memilih komposisi warna. Misalnya, Microsoft Excel, Word, dan Powerpoint menggunakan sistem RGB untuk mewarnai huruf, tabel, dan sebagainya. 

Komputer menggunakan sistem bilangan heksadesimal sebagai label pada kode warna. Dalam bahasa pemrograman web seperti HTML dan CSS, setiap warna terdiri atas kode-kode 6 digit bilangan heksadesimal. Sebagai contoh, kode #0000FF digunakan untuk kode warna biru. Kode warna #000000 dan #FFFFFF berturut-turut digunakan untuk kode warna putih dan hitam. Tanda hashtag (#) digunakan untuk menandakan bahwa karakter selanjutnya merupakan kode heksadesimal. Pada kode warna di atas, dua digit pertama mewakili jumlah warna merah, dua digit di tengah mewakili warna hijau, dan dua digit terakhir menunjukkan komposisi warna biru. Jika ingin mendapatkan warna yang dominan ke warna tertentu, maka nilai digit untuk warna tersebut ditentukan lebih tinggi. Sebagai contoh, untuk mendapatkan dominan warna merah, maka kita dapat memilih kode warna #FFO101.

Sumber: Buku




Uji Pemahaman Pelajaran 3







Tidak ada komentar:

Posting Komentar